Showing posts with label Download Software. Show all posts
Showing posts with label Download Software. Show all posts

Cara Mengunci File PDF dengan PDF XChange Viewer

Cara Mengunci File PDF Menggunakan PDF XChange Viewer - Anda mungkin suka membuat ebook atau file-file yang tidak ingin orang lain memperbanyaknya atau mengeditnya, untuk itu kita harus mengunci File PDF kita agar tidak ada orang yang bisa mengeditnya atau mengcopynya.

Nah kita bisa menggunakan Software Gratis tapi memiliki Fitur yang luar biasa, yaitu PDF XChanger Viewer. Software ini tidak begitu populer, karena kebanyakan orang menggunakan Adobe Reader, Foxit Reader, atau Adobe Acrobat. Walaupun Software ini berukuran kecil tetapi PDF XChanger Viewer mempunyai beberapa Kelebihan diantaranya:
1. Membuat password file pdf
2. Membatasi seseorang untuk melakukan perubahan, copy paste, block teks, dan printing
3. Gratis, dll

Kembali ke tema, yaitu Bagaimana Cara Mengunci File PDF agar tidak bisa di edit, tidak bisa tidak copy paste atau printing, caranya adalah sebagai berikut:

Software Lengkap Untuk MengKonversi Satuan

ESBUnitConv: Software Lengkap Untuk MengKonversi Satuan

Pasti sangat dibutuhkan sekali buat para pelajar software ESBUnitConv ini untuk mengkonversi satuan-satuan seperti temperatur, jarak, massa, waktu dan masih banyak lagi lainnya.

Software Untuk MengKonversi Satuan Lengkap

Mungkin dibutuhkan juga oleh anda-anda yang bukan pelajar, ya intinya Software ini adalah software untuk mengkonversi berbagai satuan yang sangat lengkap.

Penggunaan software ini sangatlah mudah, anda tinggal menginstallnya terlebih dahulu, kemudian jalankan softwarenya, Setelah itu tinggal ketikkan saja jumlah angka yang akan dikonversi pada kotak From, maka hasilnya akan langsung ditampilkan pada kotak To. Selain itu kamu juga bisa mengatur banyaknya desimal pada kotak Decimals.

Jika anda membutuhkan software ini silahkan download:
ESBUnitConv.exe

ESBUnitConv Portable

Sumber:
1. http://www.esbconsult.com/esbcalc/esbunitconv.htm
2. http://www.pusatgratis.com/

5

Cara Merubah JPEG ke PDF

Cara Merubah JPEG ke PDF

Cara Merubah JPEG ke PDF

Merubah JPEG ke PDF sangatlah mudah, banyak software-software untuk mengconvert JPEG ke PDF. Teman-teman juga pasti tidak akan melanjutkan membaca postingan saya ini karena sudah pada lihai merubah JPEG ke PDF.

Saya hanya berbagi pengalaman saja, ceritanya kan gini:
Saya mau ikut perekrutan sebagai masinis di PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) karena telah dibuka Rekrutmen Untuk Masinis Tingkat SLTA Tahun 2012 dan Rekrutmen Eksternal Untuk Customer Service Tingkat D3 Tahun 2012. Info lebih lanjut silahkan kunjungi websitenya (http://rekrut.kereta-api.co.id) barangkali ada yang berminat.

Nah setelah saya melakukan registrasi kita disuruh mengupload berkas-berkas seperti Ijazah, KTP, Transkip, dll. Kirain saya bisa pake JPEG hasil scanan nya... eeehhh pas di klik upload harus dalam bentuk PDF. Terpaksa dech harus dirubah dulu ke PDF.

Cara merubah JPEG ke PDF sangat mudah sekali, kita bisa menggunakan Software doPDF yang bisa anda download disini doPDF nya.

Setelah di download

Photo Data Explorer

Photo Data Explorer

Photo Data Explorer adalah sebuah program penampil gambar yang sangat mudah digunakan dan memiliki fungsi untuk mengetahui informasi-informasi yang tersembunyi dalam sebuah photo, mulai dari waktu dan tanggal gambar asli diambil, jenis kamera apa yang digunakan, eksposur dan pengaturan ISO, kecepatan rana, mode matering dan masih banyak lagi informasi-informasi lain mengenai photo yang sedang kita buka menggunakan Photo Data Explorer.

Photo Data Explorer

Untuk membuka photo menggunakan Photo Data Explorer sangatlah mudah, kita bisa membuka salah satu foto/gambar atau satu folder lengkap dan foto-foto dalam folder tersebut akan ditampilkan pada panel di sebelah kiri berbentuk thumbnail. Pilih salah satu photo yang ingin kita ketahui informasi-informasi yang tersenbunyi dalam photo tersebut, gambar tersebut akan ditampilkan dibagian tengah

Interfacenya juga cukup mudah, kamu bisa membuka salah satu gambar ataupun satu folder lengkap dan foto-foto tersebut akan ditampilkan pada thumbnail pada panel di sebelah kiri. Lalu pilih salah satu foto/gambar yang ingin kamu lihat, foto tersebut akan ditampilkan dibagian tengah dan dibagian kanan adalah informasi-informasi mengenai foto tersebut, tersedia juga beberapa toolbar yang disediakan seperti zoom in, zoom out, rotate, flip, step backwards and forwards through the folder dan fitur-fitur lainnya.

Photo Data Explorer ini tidak perlu melakukan instalasi, tidak ada DLLs, tak ada tambahan sama sekali, kita hanya cukup mendownloadnya saja dan kita bisa langsung menggunakannya. Untuk mendownload Photo Data Explorer silahkan klik Link bibawah.

Download Photo Data Explorer

Sumber: Pusat Gratis
5

Agar Firefox Tidak Banyak Memakan Memory

Agar Firefox Tidak Banyak Memakan Memory

Mozilla Firefox adalah Browser yang paling banyak digunakan saat ini termasuk saya, saya juga pengguna Mozilla Firefox tapi kadang-kadang menggunakan Google Chrome juga. Yang jadi kendala pada Firefox adalah penggunaan memory yang begitu besar dibanding browser-browser lainnya, pada laptop saya juga penggunaan memory oleh firefox bisa mencapai 300MB-400MB bahkan lebih, sehingga Firefox kadang terasa lamban dan bisa berefek pada kinerja komputer atau laptop pun bisa menjadi lamban bahkan sampai Not Responding.

Mungkin anda juga mengalami hal semacam itu, kita bisa mengatasinya dengan menginstallkan Firemin. Firemin adalah tool kecil dengan manfaat besar, dengan menginstallkan Firemin dan menjalankannya saat menggunakan Firefox maka bisa mengurangi penggunaan memory yang digunakan Firefox sampai 95%, dari yang biasanya sekitar 400MB bisa menjadi 3-15MB.

Apabila anda tertarik untuk menggunakan Firemin, Silahkan ikuti langkah-langkah menggunakan Firemin dibawah ini:
1. Download Fireminnya terlebih dahulu.
2. Setelah anda mendownload Firemin, Silahkan Double klik Firemin.exe untuk mengekstraknya dan akan tercipta Folder dengan nama Firemin.
3. Buka Folder Firemin tersebut dan jalankan Firemin.exe nya dengan cara double klik.
4. Firemin akan langsung bekerja membebaskan memory yang terlalu banyak dimakan Firefox.

Dibawah adalah gambar perbedaan penggunaan memory sebelum dan sesudah menggunakan Firemin, dengan jumlah tab yang sama yang sedang dibuka pada firefoxnya.

Download Format Factory 2.95 Converter Semua Jenis File

Download Format Factory 2.95 Converter Semua Jenis File

Download Format Factory 2.95 Converter Semua Jenis File

Format Factory bisa digunakan untuk mengconverter semua jenis file, Format Factory adalah konverter media yang multifungsi yang menyediakan fungsi sebagai berikut:
1. Convert atau Mengubah Semua File Video ke Alat Mobile, MP4, AVI, 3GP, RMVB, GIF, WMV, MKV, MPG, VOB, MOV, FLV, SWF.
2. Convert atau Mengubah Semua File Audio ke MP3, WMA, FLAC, AAC, MMF, AMR, M4A, M4R, OGG, MP2, MAV, WavPack.
3. Convert atau Mengubah semua File Gambar ke Semua JPG, PNG, ICO, BMP, GIF, TIF, PCX, TGA.
4. Rip DVD ke file video, Rip CD musik untuk file audio.
5. File MP4 mendukung iPod / iPhone / PSP / BlackBerry format.
6. Mendukung RMVB, Watermark, AV Mux.

Format Factory sangatlah mudah untuk digunakan disamping itu hasilnyapun sangat memuaskan.

Beberapa Fitur Format Factory:

Trik Belajar Mengetik Cepat 10 Jari dengan Software

Trik Belajar Mengetik Cepat 10 Jari dengan Software

Di zaman serba modern ini pasti apa-apa ada saja hubungannya dengan yang namanya komputer, laptop dan sebagainya itu semua tidak lepas dari istilah Typing. Orang yang bekerja di kantoran atau jasa pengetikan pasti ingin menghemat waktunya tapi bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam pekerjaan typing atau mengetiknya, itu semua bisa kita capai dengan mengetik cepat dengan 10 jari.

Pasti semua orang juga ingin bisa mengetik cepat dengan 10 jari, nah saya ada Trik untuk belajar mengetik cepat dengan 10 jari memakai software. Bagi yang berminat silahkan di download softwarenya:
1. Rapid Typing Tutor
Trik Belajar Mengetik Cepat 10 Jari dengan Software
Software ini cocok untuk anda yang memiliki kemampuan mengetik menengah untuk lebih meningkatkan kemampuan mengetik anda, Rapid Typing kurang cocok untuk pemula karena Rapid Typing Tutor tidak dilengkapi dengan intruksi bagaimana cara mengetik yang benar. Software ini memiliki tampilan dengan animasi tangan bergerak diatas keybord dan tampilan yang berwarna-warni, mungkin tujuannya agar kita bisa memaksimalkan proses latihan mengetik kita, karena beberapa kalangan menganggap bahwa ada hubungan antara penggunaan warna dalam meningkatkan memori otak kita saat melakukan sesuatu. Jika anda berminat dengan software ini silahkan Download Rapid Typing Tutor.

2. Stamina Typing Tutor

Tutorial Crack OfficeTab 6.01

Tutorial Crack OfficeTab 6.01

Cara me-registrasi Office Tab adalah sebagai berikut:

Download OfficeTab 6.01 | Download Keygen Crack OfficeTab 6.01

1. Jangan jalankan dulu Microsoft Office nya.

2. Copy paste "OfficeTabFunction.dll" ke C:\Windows\System32 (Overwrite) Atau jalankan "OTF Patch.exe" dengan cara double klik agar lebih cepat.

3. Jalankan Office Tab Center
Kemudian
”Tutorial
4. Klik Register dan Untuk Key nya bisa anda buat sendiri dengan keygen. dengan cara:
- Double Klik OfficeTab_keygen.exe
- Masukan nama terserah anda kemudian klik generate
- Maka akan muncul kode baru
”Tutorial

5. Setelah klik Register akan muncul jendela untuk memasukkan kode registrasi
silahkan masukan nama dan kode registrasinya yang tadi anda buat dengan keygen.
”Tutorial

6. Klik OK

Selesai.

Office Tab 6.01

Office Tab 6.01

Anda pasti sering menggunakan Microsoft Office kan? setiap kita menambah dokumen baru atau lembar baru pasti akan tampil di taskbar, nah kalau kita menambah bebrapa lembar baru pasti akan penuh taskbarnya dengan Microsoft Office.

”OfficeTab

Dengan OfficeTab dokumen kita akan tertata rapih seperti pada tab browser Firefox, google chrome, Flock dan lainnya, sehingga bisa membuka dokumen kita yang lain dengan mudah. Untuk membuat dokumen baru kita tinggal double klik di tab kosong dan juga bisa menutup dokumen hanya dengan double klik.

Beberapa fitur lain dari Office Tab, diantaranya:
=>> Susunan tabnya bisa diletakkan di atas, bawah, kanan atau kiri dari tempat kerja, defaultnya berada di atas tempat kerja.
=>> Terdapat 11 style untuk tabnya.
=>> Nama file dalam tab selengkap mungkin. Jika panjang nama file lebih panjang dari tab, maka beberapa tab mungkin tersembunyi, dan panah akan muncul untuk memungkinkan navigasi untuk dokumen tab lain dalam satu jendela. Cukup melihat tab tersembunyi dengan mengklik panah.
=>> Font dan ukuran font nama file pada setiap tab dapat disesuaikan.
=>> Mampu menyimpan semua dokumen.
=>> Mampu menutup semua tab.

Anda yang tertarik silahkan download:
- Download OfficeTab 6.01 (2,7 MB)
- Download Crack OfficeTab 6.01 (1,7 MB)

Tutorial meng-Crack nya silahkan klik disini.

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi situs resminya (http://www.extendoffice.com/product/office-tab.html)

Cara Menghilangkan Password pada File Ms. Word dan Exel

Cara Menghilangkan Password pada File Ms. Word dan Exel

Cara Menghilangkan Password pada File Ms. Word dan Exel

Pada waktu yang lalu saya share cara memberi password pada file Ms. Word dan Exel walaupun mungkin semuanya sudah pada tahu cara tersebut. Sekarang saya ingin share lagi cara menghilangkan password pada file Ms. Word dan Exel.

Saya pernah mengalami file penting saya di Ms. Word yang diberi password dimaksudkan supaya tidak ada orang lain yang bisa membuka file tersebut kecuali saya sendiri karena file tersebut tidak ingin orang lain mengetahuinya, kemudian setelah beberapa lama saya ingin membuka file tersebut ternyata password yang saya masukkan salah terus alias saya lupa passwordnya.

Wah padahal file tersebut sangat saya butuhkan, kemudian saya googling dan akhirnya saya menemukan software untuk menghilangkan password Ms. Word dan Exel. Bagi yang membutuhkan software tersebut silahkan download disini.

Cara Menghilangkan Password pada File Ms. Word dan Exel adalah sebagai berikut:
1. Download software penghilang passwordnya
2. Extract hasil download tadi, kemudian Installkan software penghapus Password tersebut dengan double klik opremover_setup.
3. Agar softwarenya menjadi full version apabila sudah selesai menginstallnya. Silahkan copy dan paste Patch nya Pada Folder C:\Program Files\Office Password Remover.
4. Kemudian silahkan buka Patchnya, dengan klik 2 kali atau double klik. Dan klik Exit.
5. Untuk menghilangkan password file Word atau Exel silahkan jalankan software tersebut dan masukkan File yang akan dihilangkan passwordnya. Kemudian klik Remove seperti pada gambar dibawah.
Cara Menghilangkan Password pada File Ms. Word dan Exel

6. Tunggu prosesnya hingga selesai, dan selamat file anda sudah bias dibuka kembali.

Membuka atau menghilangkan password tidak segampang ketika memberi password apabila kita lupa password tersebut, karena memberi password tidak perlu software sedangkan menghilangkan password perlu bantuan software.

Cara Mudah Membuat File PDF Dengan WinPDF

Cara Mudah Membuat File PDF Dengan WinPDF

Membuat File PDF Dengan WinPDF

File PDF banyak sekali digunakan untuk ebook. Karena dokumen yang telah disimpan dalam format PDF lebih terjaga security nya, artinya orang lain tidak mudah untuk mengeditnya kembali, sehingga perubahan pada dokumen tersebut yang bisa menyebabkan hal-hal yang tidak bagus (misalnya pembajakan) dapat dikurangi. Dan dokumen yang telah disimpan dalam format PDF pun lebih mudah dibaca.

Nah bagi sobat yang ingin membuat file PDF dengan sangat mudah, sobat bisa memanfaatkan software gratis WinPDF. Kita bisa menggunakan Ms. Word, Notepad, Wordpad atau menggunakan aplikasi yang lainnya untuk membuat file PDF dengan bantuan WinPDF.

Cara kerjanya:
WinPDF akan berfungsi sebagai virtual printer, sehingga ketika hendak membuat dokumen di Ms. Word atau Notepad kita tinggal print dokumen tersebut dan set WinPDF sebagai printer. Hasil print nya akan menjadi dokumen dengan format PDF, mudah bukan?

Cara Mudah Membuat File PDF Dengan WinPDF

Untuk bisa mendapatkan Software WinPDF silahkan download disini. Size: 8,5 MB

Makalah Demokrasi

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Demokrasi adalah sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah segara tersebut. Salah satu pilar demokrrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif, legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain.
Kesejajaran ketiga jenis lembaga negara inidiperlukan agar bisa saling mengawasi dan saling mengontrol. Ketiga jenis lembaga tersebut adalah lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan yudikatif dan lembaga perwakilan rakyat memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Dibawah sistem ini keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat ata5u oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legoslatif.

1.2  Ruusan Masalah
Dari latar belakang diatas, dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Apa arti istilah dan sejarah demokrasi?
  2. Bagaimana alasan pelaksanaan demokrasi di masyarakat?
  3. Apa contoh tindakan yang menentang demokrasi?
  4. Bagaimana demokrasi di Indonesia?
  5. Bagaimana pelaksanaan demokrasi di Indonesia?

1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pendidikan kewarganegaraan tetapi juga untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca mengenai arti istilah dan sejarah demokrasi, contoh tindakan yang menentang demokrasi, dan pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Arti Istilah dan Sejarah Demokrasi
Istilah “demokrasi” berasal dari yunani kuno yang diutarakan di Athena Kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.
Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos /cratein yang berarti pemerintahan. Sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.
Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Prinsip semacam ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.
Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain, misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa memperdulikan aspirasi rakyat, tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat.
Intinya, setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable), tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntibilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut.

2.2  Alasan Pelaksanaan Demokrasi di Masyarakat
Demokrasi adalah sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi adalah memperbincangkan tentang kekuasaan, atau lebih tepatnya pengelolaan kekuasaan secara beradab. Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang (people rule), dan di dalam sistem politik yang demokratis warga mempunyai hak, kesempatan, dan suara yang sama di dalam mengatus pemerintahan di dunia publik. Demokrasi adalah keputusan berdasarkan suara terbanyak. Di Indonesia, pergerakan nasional juga mencita-citakan pembentukan negara demokratis yang berwatak anti-feodolisme dan anti-imperialisme, dengan tujuan untuk membentuk masyarakat madani. Masyarakat madani merupakan suatu bentuk hubungan negara dan warga masyarakat (sejumlah kelompok sosial) yang dikembangkan atas dasar toleransi dan menghargai satu sama lainnya. Landasan demokrasi adalah keadilan, dalam arti terbukanya peluang kepada semua orang, dan berarti juga otonomi atau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya, sesuai dengan apa yang dia ingini. Maka dari itu terbentuklah otonomi daerah.
Otonomi daerah dapat diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan yang dimaksud dengan daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.

2.3  Contoh Tindakan yang Menentang Demokrasi
Salah satu contoh tindakan yang menentang demokrasi di Indonesia adalah korupsi. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum. Korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidakseimbangan dalam pelayanan masyarakat. Korupsi bisa menyebabkan sulitnya legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.
Contoh lain tindakan yang menentang demokrasi adalah pemidanaan salah satu jurnalis Ambon, Juhry Samanery yang dikeroyok oleh pegawai PN Ambon karena meliput persidangan mantan wakil bupati Maluku Tenggara Barat, Lukas Uwuratuw dalam kasus korupsi. Padahal proses persidangan dinyatakan terbuka namun pada saat pengadilan berlangsung, para pekerja media dihalang-halangi masuk oleh pegawai PN. Sehingga terjadi perdebatan yang berakhir pemukulan. Pemidanaan juhry bukan sekedar tindakan melawan hukum, lebih dari itu hal tersebut merupakan tindakan menentang hak masyarakat atas kebebasan informasi, dan dengan demikian melawan demokrasi.

2.4  Demokrasi di Indonesia
Demokrasi di negara Indonesia sudah mengalami kemajuan yang pesat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan dibebaskan menyelenggarakan kebebasan pers, kebebasan masyarakat dalam berkeyakinan, berbicara, berkumpul, mengeluarkan  pendapat, mengkritik bahkan mengawasi jalannya pemerintahan. Tapi bukan berarti demokrasi di Indonesia saat ini sudah berjalan sempurna. Masih banyak persoalan yang muncul terhadap pemerintah yang belum sepenuhnya bisa menjamin kebebasan warga negaranya. Seperti meningkatnya angka pengangguran, bertambahnya kemacetan di jalan, semakin parahnya banjir, dan masalah korupsi.
Dalam kehidupan berpolitik di setiap negara yang kerap selalu menikmati kebebasan berpolitik namun tidak semua kebebasan berpolitik berjalan sesuai dengan yang diinginkan, karena pada hakikatnya semua sistem politik mempunyai kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Demokrasi adalah sebuah proses yang terus menerus merupakan gagasan dinamis yang terkait erat dengan perubahan. Jika suatu negara mampu menerapkan kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan dengan sempurna, maka negara tersebut adalah negara yang sukses menjalankan sistem demokrasi. Sebaliknya, jika suatu negara itu gagal menggunakan sistem pemerintahan demokrasi, maka negara itu tidak layak disebut sebagai negara demokrasi. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia yang menganut sistem pemerintahan yang demokrasi, kita sudah sepatutnya untuk terus menjaga, memperbaiki, dan melengkapi kualitas-kualitas demokrasi yang sudah ada. Demi tercapainya suatu kesejahteraan, tujuan dari cita-cita demokrasi yang sesungguhnya akan mengangkat Indonesia kedalam suatu perubahan.

2.5  Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia
Pelaksanaan demokrasi di Indonesia terbagi menjadi beberapa periode, yaitu:
  1. Pelaksanaan demokrasi pada masa revolusi (1945-1950)
Tahun 1945-1950 Indonesia masih berjuang menghadapi Belanda yang ingin kembali ke Indonesia. Pada masa itu penyelenggaraan pemerintahan dan demokrasi Indonesia belum berjalan baik. Hal itu disebabkan masih adanya revolusi fisik. Berdasarkan pada konstitusi negara, yaitu UUD 1945, Indonesia adalah negara demokrasi yang berkedaulatan rakyat. Masa pemerintahan tahun 1945-1950 mengindikasikan keinginan kuat dari para pemimpin negara untuk membentuk pemerintahan demokrasi.
Pada awalnya, pemerintahan Indonesia menunjukkan adanya sentralisasi kekuasaan pada divi presiden sehubungan belum terbentuknya lembaga-lembaga politik demokrasi, misalnya belum terbentuknya MPR dan DPR. Hal ini termuat dalam pasal 4 Aturan Peralihan UUD 1945 yang berbunyi “Sebelum MPR, DPR, dan DPA dibentuk menurut UUD ini, segala kekuasaannya dijalankan oleh presiden dengan bantuan sebuah komite nasional”.
Untuk menghindari kesan bahwa negara Indonesia adalah negara absolut, pemerintah melakukan serangkaian kebijakan untuk menciptakan pemerintahan demokratis. Kebijakan tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Maklumat Pemerintah No. X Tanggal 16 Oktober 1945 tentang Perubahan Fungsi KNIP menjadi Fungsi Parlemen.
2.      Maklumat Pemerintah Tanggal 03 November 1945 mengenai pembentukan Partai Politik.
3.      Maklumat Pemerintah Tanggal 14 November 1945 mengenai Perubahan dari Kabinet Presidensial ke Kabinet Parlementer.

Demikian kebijakan tersebut, terjadi perubahan dalam sistem pemerintahan di Indonesia. Sistem pemerintahan berubah menjadi sistem pemerintahan parlementer. Cita-cita dan proses demokrasi masa itu terhambat oleh revolusi fisik menghadapi Belanda dan pemberontakan PKI Madiun Tahun 1948. pada masa-masa kritis tersebut, kepemimpinan dwitunggal Soekarno-Hatta berperan kembali dalam pemerintahan nasional. Pada akhir tahun 1949, pemerintahan kembali ke sistem Presidensial.

  1. Pelaksanaan demokrasi pada masa orde lama
a.       Masa demokrasi liberal
Masa antara tahun 1950-1959 ditandai dengan suasana dan semangat yang ultra-demokratis. Kabinet berubah ke sistem parlementer, sedangkan dwitunggal Soekarno-Hatta dijadikan simbol dengan kedudukan sebagai kepala negara. Demokrasi yang dipakai adalah demokrasi parlementer atau demokrasi liberal. Masa demokrasi parlementer dapat dikatakan sebagai masa kejayaan demokrasi karena hampir semua unsur-unsur demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudannya. Unsur-unsur tersebut meliputi peranan yang sangat tinggi pada parlemen, akuntibilitas politis yang tinggi, berkembangnya partai politik, pemilu yang bebas, dan terjaminnya hak politik rakyat.
Namun proses demokrasi masa itu telah dinilai gagal dalam menjamin stabilitas politik, kelangsungan pemerintahan, dan penciptaan kesejahteraan rakyat. Kegagalan praktik demokrasi liberal tersebut disebabkan karena:
1.      Dominannya politik aliran, artinya berbagai golongan politik dan partai politik sangat mementingkan kelompok atau alirannya sendiri daripada mengutamakan kepentingan bangsa.
2.      Landasan sosial ekonomi rakyat yang masih rendah.
3.      Tidak mempunyai para anggota konstituante bersidang dalam menetapkan dasar negara sehingga keadaan menjadi berlarut-larut.
Hal ini menjadikan Presiden Soekarno segera mengeluarkan Dekrit Presiden tanggal 05 Juli 1959 yang isinya:
1.      Menetapkan pembubaran konstituante
2.      Menetapkan UUD 1945 berlaku kembali sebagai konstitusi negara dan tidak berlakunya UUDS 1950
3.      Pembentukan MPRS dan DPAS

b.      Masa demokrasi terpimpin
Masa antara tahun 1959-1965 adalah masa demokrasi terpimpin. Demokrasi terpimpin berawal dari ketidaksenangan Presiden Soekarno terhadap partai-partai politik yang dinilai lebih mengedepankan kepentingan partai dan ideologinya masing-masing, serta kurang memperhatikan kepentingan yang lebih luas.
Pengertian dasar demokrasi terpimpin menurut ketetapan MPRS No. VIII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan  / perwakilan yang berintikan musyawarah untuk mufakat secara gotong royong diantara semua kekuatan nasional yang progresif revolusioner dengan berporoskan nasakom dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Dominasi presiden
2.      Terbatasnya peran partai politik
3.      Berkembangnya pengaruh PKI dan militer sebagai kekuatan sosial politik di Indonesia.
Demokrasi terpimpin yang dijalankan oleh Presiden Soekarno ternyata menyimpang dari prinsip-prinsip negara demokrasi. Penyimpangan-penyimpangan tersebut antara lain:
1.      Mengaburnya sistem kepartaian dan lemahnya peranan partai politik
2.      Peranan parlemen yang lemah
3.      Jaminan hak-hak dasar warga negara masih lemah
4.      Terjadinya sentralisasi kekuasaan pada hubungan antara pusat dan daerah
5.      Terbatasnya kebebasan pers
Akhir dari demokrasi terpimpin memuncak dengan adanya pemberontakan G30-S/PKI pada tanggal 30 September 1965. Demokrasi terpimpin berakhir karena kegagalan Presiden Soekarno dalam mempertahankan keseimbangan antara kekuatan yang ada disisinya, yaitu PKI dan militer yang sama-sama berpengaruh. Saat itu PKI ingin membentuk angkatan kelima, sedangkan militer tidak menyetujui pembentukan tersebut. Akhir dari demokrasi terpimpin ditandai dengan keluarnya Surat Perintah tanggal 11 Maret 1966 dari Presiden Soekarno kepada Jendral Soeharto untuk mengatasi keadaan.

  1. Pelaksanaan demokrasi pada masa orde baru
Masa orde baru dimulai tahun 1966. Pemerintahan Orde Baru mengawali jalannya pemerintahan dengan tekad melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Orde Baru menganggap bahwa penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945 adalah sebab utama kegagalan dari pemerintahan sebelumnya. Orde Baru adalah tatanan peri kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia atas dasar pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Demokrasi yang dijalankan dinamakan demokrasi yang didasarkan atas nilai-nilai dari sila-sila pada pancasila.
Pemerintahan orde baru diawali dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret sampai tahun 1968 dengan pengangkatan Jendral Soeharto sebagai Presiden RI. Orde baru melanjutkan pembangunan demokrasi berdasarkan pada ketentuan-ketentuan dalam UUD 1945. Semua lembaga negara, seperti MPR dan DPR dibentuk. Orde baru juga berhasil menyelenggarakan pemilihan umum secara periodik, yaitu pada tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Untuk berjalannya demokrasi, pemerintah Orde Baru menyusun mekanisme kepemimpinan nasional lima tahun yang merupakan serangkaian garis besar kegiatan kenegaraan yang dirancang secara periodik selama masa lima tahun.
Dengan berjalannya mekanisme kepemimpinan nasional lima tahun, pemerintahan orde baru berhasil menciptakan stabilitas politik dan menyelenggarakan pembangunan nasional yang dimulai dengan adanya pembangunan lima tahun (Pelita), yaitu Pelita I tahun  1973-1978 sampai Pelita VI tahun 1993-1998. Keberhasilan tersabut ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya tingkat pendidikan warga negara, pembangunan infrastruktur, berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk.
Namun, dalam perkembangan selanjutnya pemerintahan Orde Baru mengarah pada pemerintahan yang sentralistis. Demokrasi masa Orde Baru bercirikan pada kuatnya kekuasaan Presiden dalam menopang dan mengatur seluruh proses politik yang terjadi. Lembaga kepresidenan telah menjadi pusat dari seluruh proses politik dan menjadi pembentuk dan penentu agenda nasional, mengontrol kegitan politik dan pemberi legacies bagi seluruh lembaga pemerintah dan negara. Akibatnya, secara subtantif tidak ada perkembangan demokrasi justru penurunan derajat demokrasi. Sejumlah indikator yang menyebabkan demokrasi tidak terjadi pada masa Orde Baru yaitu:
1.      Rotasi kekuasan eksekutif hamper dapat dikatakan tidak ada.
2.      Rekvutmen politik yang tertutup
3.      Pemilu yang jauh dari semangat Demokrasi
4.      Pengakuan terhadap hak-hak dasar yang terbatas.
Orde Baru sesungguhnya telah mampu membangun stabilitas pemerintahan dan kemajuan ekonomi. Namun, makin lama jauh dari semangat demokrasi dan kontrol rakyat. Akibatnya, pemerintahan menjadi korup, sewenang-wenang, dan akhirnya jatuh. Sebab-sebab kejatuhan Orde Baru adalah:
1.      Hancurnya ekonomi nasional (krisis ekonomi)
2.      Terjadinya krisis politik
3.      Tidak bersatunya lagi pilar-pilar pendukung Orde Baru (Menteri dan TNI)
4.      Gelombang demonstrasi yang menghebat menuntut Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya.
Dengan demikian, maka berakhirlah pemerintaha masa Orde Baru dengan diumumkannya pengunduran diri Presiden Soeharto dari kekuasaannya pada tanggal 21 Mei 1998.

  1. Pelaksanaan demokrasi pada masa reformasi (1998-sekarang)
Masa reformasi berusaha membangun kembali kehidupan yang demokratis antara lain:
1.      Keluarnya ketetapan MPR RI No. X/MPR/1998 tentang pokok-pokok reformasi
2.      Ketetapan No. VII/MPR/1998 tentang pencabutan tap MPR tentang Referendum.
3.      Tap MPR RI No. XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan negara yang bebas dari KKN
4.      Tap MPR RI No. XIII/MPR/1998 tentang pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI.
5.      Amandemen UUD 1945 sudah sampai aman demen I, II, III
Pelaksanaan demokrasi pada masa reformasiterdiri dari beberapa periodisasi pemerintaham, antara lain:
1.      B.J. Habiebie
Kebijakan-kebijakan yang dilakukan Habiebie pada masa pemerintahanya antara lain:
1.      Membentuk kabinet reformasi pembangunan
Dibentuk pada tanggal 22 Mei 1998, dengan jumlah menteri 16 orang yang merupakan perwakilan dari GOLKAR, PPP, PDI
2.      Mengadakan reformasi pada bidang politik.
Habiebie berusaha menciptakan politik yang transparan, mengadakan pemilu yang bebas, jujur, dan adil, membebaskan tahanan politik, dan mencabut larangan berdirinya Serikat Buruh Independen
3.      Kebebasan menyampaikan pendapat
Kebebasan menyampaikan pendapat diberikan asal tetap berpedoman pada aturan yang ada yaitu UU No. 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
4.      Reformasi dalam bidang hukum
Target reformasinya yaitu subtansi hukum, aparator penegak hukum, yang bersih dan berwibawa, dan instansi peradilan yang independen.
5.      Mengatasi masalah dwifungsi ABRI
Keanggotaan ABRI dalam DPR/ MPR dikurangi bahkan pada akhirnya ditiadakan.
6.      Mengadakan sidang istimewa pada tanggal 10-13 November 1998 oleh MPR
7.      Mengadakan pemilu tahun 1999
Pelaksanaan pemilu dilakukan dengan asas LUBER (langsung, umum, bersih) dan JURDIL (jujur dan adil)

2.      Abdurrahman Wahid
Kebijakan-kebijakan yang ditempuh Abdurrahman Wahid antara lain:
1.      Meneruskan kehidupan demokrasi seperti pemerintahan sebelumnya (memberikan kebebasan berpendapat di kalangan masyarakat minoritas, kebebasan beragama, memperbolehkan kembali penyelenggaraan budaya Tionghoa)
2.      Merestrukturisasi lembaga pemerintahan seperti menghapus departemen yang dianggapnya tidak efisien (menghilangkan departemen penerangan dan sosial untuk mengurangi pengeluaran anggaran, membentuk Dewan Keamanan Ekonomi Nasional).
3.      Ingin memanfaatkan jabatan sebagai Panglima tertinggi dalam militer dengan mencopot Kapolri yang tidak sejalan dengan keinginan Gusdur.

3.      Megawati Soekarno Putri
Kebijakan-kebijakan yang ditempuhnya antara lain:
1.      Meningkatkan kerukunan antar elemen bangsa dan menjaga persatuan dan kesatuan.
2.      Membangun tatanan politik yang baru, diwujudkan dengan dikeluarkannya UU tentang pemilu, susunan dan kedudukan MPR/DPR, dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
3.      Menjaga keutuhan NKRI, setiap usaha yang mengancam keutuhan NKRI ditindak tegas seperti kasus Aceh, Ambon, Papua, Poso
4.      Melanjutkan amandemen UU 1945, keluarnya UU tentang otonomi daerah menimbulkan penafsiran yang berbeda tentang pelaksanaan otonomi daerah. Oleh karena itu, pelurusan dilakukan dengan pembinaan terhadap daerah.

4.      Susilo Bambang Yudhoyono
Kebijakan-kebijakan yang ditempuh SBY antara lain:
1.      Anggaran pendidikan ditingkatkan menjadi 20% dari keseluruhan APBN
2.      Konversi minyak tanah ke gas
3.      Pembayaran utang secara bertahap kepada PBB
4.      Buy-back saham BUMN
5.      Pelayanan UKM (Usaha Kecil Menengah) bagi rakyat kecil
6.      Subsidi BBM
7.      Memudahkan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia
8.      Meningkatkan sektor pariwisata “Visit Indonesia 2008”
9.      Pemberian bibit unggul pada petani
10.  Pemberantasan korupsi melalui dengan dibentuknya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Istilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena Kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” dibanyak negara.
Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.
Negara Indonesia menunjukkan sebuah Negara yang sukses menuju demokrasi sebagai bukti yang nyata, dalam pemilihan langsung presiden dan wakil presiden. Selain itu bebas menyelenggarakan kebebasan pers. Semua warga negara bebas berbicara, mengeluarkan pendapat, mengkritik bahkan mengawasi jalannya pemerintahan. Demokrasi memberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat bahkan dalam memilih salah satu keyakinanpun dibebaskan.
Pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang meliputi: pada masa orde lama, orde baru, masa reformasi yang terdiri dari: Reformasi pada masa B.J. Habiebie, Megawati Soekarno Putri, Abdurrahman Wahid/Gusdur, hingga presiden yang sekarang Susilo Bambang Yudhoyono.

3.2  Saran
Demokrasi adalah sebuah proses yang terus menerus merupakan gagasan dinamis yang terkait erat dengan perubahan. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia yang menganut sistem pemerintahan demokrasi kita sudah sepatutnya untuk terus menjaga, memperbaiki, dan melengkapi kualitas-kualitas demokrasi yang sudah ada. Demi terbentuknya suatu sistem demokrasi yang utuh di dalam wadah pemerintahan bangsa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Jutmini, Sri. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Solo: Tiga Seangkai Pustaka Mandiri
Syarifudin. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan. Bogor: Pustaka Gemilang

Pembahasan Lambang Negara Indonesia

PEMBAHASAN
LAMBANG NEGARA INDONESIA

1.      BURUNG GARUDA
Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno.

A.     Deskripsi dan arti filosofi

>       Garuda Pancasila sendiri adalah lambang berupa burung garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno yaitu burung yang menyerupai burung elang rajawali. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.
>       Perisai adalah tameng yang telah dikenal lama dalam kebudayaan dan peradaban asli Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
>       Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah pepatah lama yang pernah dipakai oleh pujangga ternama Mpu Tantular. Kata bhinneka merupakan gabungan dua kata: bhinna dan ika diartikan berbeda-beda tetapi tetap satu dan kata tunggal ika diartikan bahwa di antara pusparagam bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
>       Garuda dengan perisai memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang mewujudkan lambang tenaga pembangunan.
>       Garuda memiliki sayap yang masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45 yang merupakan lambang tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan waktu pengumandangan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
>       Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan katulistiwa yang merupakan garis untuk melambangkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara merdeka dan berdaulat yang dilintasi garis katulistiwa.
>       Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Pancasila sebagai berikut.
1.      dasar Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima.
2.      dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai.
3.      dasar Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai.
4.      dasar Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai
5.      dasar Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai.

B.     Beberapa aturan

Penggunaan lambang negara diatur dalam UUD 1945 pasal 36A dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (LN 2009 Nmr 109, TLN 5035). Sebelumnya lambang negara diatur dalam Konstitusi RIS, UUD Sementara 1950, dan Peraturan Pemerintah No. 43/1958.
Lambang Negara menggunakan warna pokok yang terdiri atas:
1.      warna merah di bagian kanan atas dan kiri bawah perisai;
2.      warna putih di bagian kiri atas dan kanan bawah perisai;
3.      warna kuning emas untuk seluruh burung Garuda;
4.      warna hitam di tengah-tengah perisai yang berbentuk jantung; dan
5.      warna alam untuk seluruh gambar lambang.
Lambang Negara wajib digunakan di:
1.      Dalam gedung, kantor, atau ruang kelas satuan pendidikan;
2.      Luar gedung atau kantor;
3.      Lembaran negara, tambahan lembaran negara, berita negara, dan tambahan berita negara;
4.      Paspor, ijazah, dan dokumen resmi yang diterbitkan pemerintah;
5.      Uang logam dan uang kertas; atau
6.      Materai.
Dalam hal Lambang Negara ditempatkan bersama-sama dengan Bendera Negara, gambar Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden, penggunaannya diatur dengan ketentuan:
1.      Lambang Negara ditempatkan di sebelah kiri dan lebih tinggi daripada Bendera Negara; dan
2.      Gambar resmi Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden ditempatkan sejajar dan dipasang lebih rendah daripada Lambang Negara.

2.      BENDERA INDONESIA
Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Sang Merah Putih. Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.
A.     Sejarah Bendera Indonesia
Warna merah-putih bendera negara diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih. Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII. Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran. Di zaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang. Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Kemudian, warna-warna yang dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan kemudian nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda. Bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan kolonialisme, bendera itu dilarang digunakan. Sistem ini diadopsi sebagai bendera nasional pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan telah digunakan sejak saat itu pula.

B.     Arti Warna
Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.
Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa/gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih). Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba.


C.     Peraturan Tentang Bendera Merah Putih
Bendera negara diatur menurut UUD '45 pasal 35, UU No 24/2009, dan Peraturan Pemerintah No.40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia.
Menurut UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (LN 2009 Nmr 109, TLN 5035):
>       Bendera Negara dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur.
>       Bendera Negara dibuat dengan ketentuan ukuran:
1.      200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan;
2.      120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum;
3.      100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan;
4.      36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden;
5.      30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara;
6.      20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum;
7.      100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal;
8.      100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api;
9.      30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara;dan
10.  10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja.
>       Pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam. Dalam keadaan tertentu pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara dapat dilakukan pada malam hari.
>       Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
>       Bendera Negara wajib dikibarkan setiap hari di:
1.      istana Presiden dan Wakil Presiden;
2.      gedung atau kantor lembaga negara;
3.      gedung atau kantor lembaga pemerintah;
4.      gedung atau kantor lembaga pemerintah nonkementerian;
5.      gedung atau kantor lembaga pemerintah daerah;
6.      gedung atau kantor dewan perwakilan rakyat daerah;
7.      gedung atau kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri;
8.      gedung atau halaman satuan pendidikan;
9.      gedung atau kantor swasta;
10.  rumah jabatan Presiden dan Wakil Presiden;
11.  rumah jabatan pimpinan lembaga negara;
12.  rumah jabatan menteri;
13.  rumah jabatan pimpinan lembaga pemerintahan nonkementerian;
14.  rumah jabatan gubernur, bupati, walikota, dan camat;
15.  gedung atau kantor atau rumah jabatan lain;
16.  pos perbatasan dan pulau-pulau terluar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
17.  lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia; dan
18.  taman makam pahlawan nasional.
Momentum pengibaran bendera asli setelah deklarasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
>       Bendera Negara sebagai penutup peti atau usungan jenazah dapat dipasang pada peti atau usungan jenazah Presiden atau Wakil Presiden, mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden, anggota lembaga negara, menteri atau pejabat setingkat menteri, kepala daerah, anggota dewan perwakilan rakyat daerah, kepala perwakilan diplomatik, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Republik Indonesia yang meninggal dalam tugas, dan/atau warga negara Indonesia yang berjasa bagi bangsa dan negara.
>       Bendera Negara yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta disebut Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih. Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih disimpan dan dipelihara di Monumen Nasional Jakarta.
>       Setiap orang dilarang:
1.      merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara;
2.      memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;
3.      mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;
4.      mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan
5.      memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.

3.      BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagai bahasa kerja.

Masa lalu sebagai bahasa Melayu

Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern.
Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 Masehi diketahui memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Lima prasasti kuna yang ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu menggunakan bahasa Melayu yang bertaburan kata-kata pinjaman dari bahasa Sanskerta, suatu bahasa Indo-Eropa dari cabang Indo-Iran. Jangkauan penggunaan bahasa ini diketahui cukup luas, karena ditemukan pula dokumen-dokumen dari abad berikutnya di Pulau Jawa[10] dan Pulau Luzon.[11] Kata-kata seperti samudra, istri, raja, putra, kepala, kawin, dan kaca masuk pada periode hingga abad ke-15 Masehi.
Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bahasa Melayu Klasik (classical Malay atau medieval Malay). Bentuk ini dipakai oleh Kesultanan Melaka, yang perkembangannya kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya.[rujukan?] Laporan Portugis, misalnya oleh Tome Pires, menyebutkan adanya bahasa yang dipahami oleh semua pedagang di wilayah Sumatera dan Jawa. Magellan dilaporkan memiliki budak dari Nusantara yang menjadi juru bahasa di wilayah itu. Ciri paling menonjol dalam ragam sejarah ini adalah mulai masuknya kata-kata pinjaman dari bahasa Arab dan bahasa Parsi, sebagai akibat dari penyebaran agama Islam yang mulai masuk sejak abad ke-12. Kata-kata bahasa Arab seperti masjid, kalbu, kitab, kursi, selamat, dan kertas, serta kata-kata Parsi seperti anggur, cambuk, dewan, saudagar, tamasya, dan tembakau masuk pada periode ini. Proses penyerapan dari bahasa Arab terus berlangsung hingga sekarang.
Kedatangan pedagang Portugis, diikuti oleh Belanda, Spanyol, dan Inggris meningkatkan informasi dan mengubah kebiasaan masyarakat pengguna bahasa Melayu. Bahasa Portugis banyak memperkaya kata-kata untuk kebiasaan Eropa dalam kehidupan sehari-hari, seperti gereja, sepatu, sabun, meja, bola, bolu, dan jendela. Bahasa Belanda terutama banyak memberi pengayaan di bidang administrasi, kegiatan resmi (misalnya dalam upacara dan kemiliteran), dan teknologi hingga awal abad ke-20. Kata-kata seperti asbak, polisi, kulkas, knalpot, dan stempel adalah pinjaman dari bahasa ini.
Bahasa yang dipakai pendatang dari Cina juga lambat laun dipakai oleh penutur bahasa Melayu, akibat kontak di antara mereka yang mulai intensif di bawah penjajahan Belanda. Sudah dapat diduga, kata-kata Tionghoa yang masuk biasanya berkaitan dengan perniagaan dan keperluan sehari-hari, seperti pisau, tauge, tahu, loteng, teko, tauke, dan cukong.
Jan Huyghen van Linschoten pada abad ke-17 dan Alfred Russel Wallace pada abad ke-19 menyatakan bahwa bahasa orang Melayu/Melaka dianggap sebagai bahasa yang paling penting di "dunia timur". Luasnya penggunaan bahasa Melayu ini melahirkan berbagai varian lokal dan temporal. Bahasa perdagangan menggunakan bahasa Melayu di berbagai pelabuhan Nusantara bercampur dengan bahasa Portugis, bahasa Tionghoa, maupun bahasa setempat. Terjadi proses pidginisasi di beberapa kota pelabuhan di kawasan timur Nusantara, misalnya di Manado, Ambon, dan Kupang. Orang-orang Tionghoa di Semarang dan Surabaya juga menggunakan varian bahasa Melayu pidgin. Terdapat pula bahasa Melayu Tionghoa di Batavia. Varian yang terakhir ini malah dipakai sebagai bahasa pengantar bagi beberapa surat kabar pertama berbahasa Melayu (sejak akhir abad ke-19). Varian-varian lokal ini secara umum dinamakan bahasa Melayu Pasar oleh para peneliti bahasa.
Terobosan penting terjadi ketika pada pertengahan abad ke-19 Raja Ali Haji dari istana Riau-Johor (pecahan Kesultanan Melaka) menulis kamus ekabahasa untuk bahasa Melayu. Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa bahasa ini adalah bahasa yang full-fledged, sama tinggi dengan bahasa-bahasa internasional di masa itu, karena memiliki kaidah dan dokumentasi kata yang terdefinisi dengan jelas.
Hingga akhir abad ke-19 dapat dikatakan terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yang dikenal masyarakat Nusantara: bahasa Melayu Pasar yang kolokial dan tidak baku serta bahasa Melayu Tinggi yang terbatas pemakaiannya tetapi memiliki standar. Bahasa ini dapat dikatakan sebagai lingua franca, tetapi kebanyakan berstatus sebagai bahasa kedua atau ketiga. Kata-kata pinjaman
Pemerintah kolonial Hindia-Belanda menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi karena penguasaan bahasa Belanda para pegawai pribumi dinilai lemah. Dengan menyandarkan diri pada bahasa Melayu Tinggi (karena telah memiliki kitab-kitab rujukan) sejumlah sarjana Belanda mulai terlibat dalam standardisasi bahasa. Promosi bahasa Melayu pun dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. Akibat pilihan ini terbentuklah "embrio" bahasa Indonesia yang secara perlahan mulai terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor.
Pada awal abad ke-20 perpecahan dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai terlihat. Di tahun 1901, Indonesia (sebagai Hindia-Belanda) mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu (kelak menjadi bagian dari Malaysia) di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van Ophuysen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu (dimulai tahun 1896) van Ophuijsen, dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.
Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknya Commissie voor de Volkslectuur ("Komisi Bacaan Rakyat" - KBR) pada tahun 1908. Kelak lembaga ini menjadi Balai Poestaka. Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A. Rinkes, melancarkan program Taman Poestaka dengan membentuk perpustakaan kecil di berbagai sekolah pribumi dan beberapa instansi milik pemerintah. Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua tahun telah terbentuk sekitar 700 perpustakaan. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan,
"Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan."
Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Minangkabau, seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar. Sastrawan tersebut banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata, sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.
"Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan."
Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Minangkabau, seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar. Sastrawan tersebut banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata, sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.

4.      LAGU KEBANGSAAN
Lagu Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan bangsa Indonesia.Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh W.R. Supratman pada tahun 1924. Pada hari Sumpah Pemuda yaitu tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat pertama kali lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Pada tanggal 17 Agustus 1945 saat hari kemerdekaan bangsa Indonesia, lagu Indonesia Raya dinyanyikan dan sejak saat itu dijadikan sebagai lagu kebangsaan Indonesia.




Indonesia Raya
Cipt. W.R. Supratman
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Blog Stats

Recent Comments

Followers

Copyright © 2010-2012 EpulJapanese Blog | Privacy Policy | Design Free Blogger Template